Keunggulan Kurikulum Merdeka sekolah sering terlihat dari cara pembelajaran yang lebih fleksibel dibandingkan Kurikulum 2013 atau K-13. Jika K-13 dikenal menekankan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, Kurikulum Merdeka memberi ruang lebih luas bagi guru untuk menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan siswa.
Yuk pahami perbandingannya dengan cara yang lebih sederhana. K-13 sebenarnya sudah membawa semangat pendidikan karakter dan pembelajaran holistik, tetapi penerapannya sering terasa padat karena banyaknya link slot depo 5k yang harus dicapai dalam waktu tertentu.
Keunggulan Kurikulum Merdeka Sekolah dalam Fleksibilitas
Kurikulum Merdeka berada dalam kerangka aturan nasional melalui Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum pada PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, yang tercatat mulai berlaku pada 26 Maret 2024.
Salah satu pembeda utamanya adalah ruang fleksibilitas. Guru tidak hanya mengejar penyelesaian materi, tetapi dapat mengatur alur pembelajaran berdasarkan kondisi kelas. Hal ini membantu siswa memahami materi dengan lebih tenang.
K-13 Kuat pada Kompetensi Dasar
Kurikulum 2013 memiliki fondasi yang jelas dalam pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dokumen pendidikan Kemendikbud tentang perkembangan K-13 menjelaskan bahwa kurikulum ini mengembangkan tiga ranah tersebut sebagai dasar pendidikan.
Namun, dalam praktiknya, guru sering harus mengelola banyak administrasi, penilaian, dan target kompetensi. Akibatnya, waktu untuk mendampingi siswa secara personal bisa terasa terbatas.
Materi Lebih Terarah dan Tidak Terlalu Padat
Keunggulan Kurikulum Merdeka sekolah juga terlihat dari fokus pada materi esensial. Materi yang penting dapat diperdalam agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami konsep.
Dengan cara ini, kelas bisa lebih banyak diisi diskusi, praktik, proyek, atau refleksi. Siswa juga memiliki ruang untuk bertanya dan menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Karakter Tetap Menjadi Fokus Utama
K-13 dan Kurikulum Merdeka sama-sama memperhatikan karakter siswa. Bedanya, Kurikulum Merdeka menempatkan Profil Pelajar Pancasila sebagai arah penguatan karakter yang lebih terlihat melalui kegiatan projek dan pembiasaan sekolah.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya diarahkan menjadi pintar secara akademik, tetapi juga mandiri, kreatif, bernalar kritis, dan mampu bekerja sama. Keunggulan Kurikulum Merdeka sekolah akhirnya terasa pada keseimbangan antara pemahaman materi dan perkembangan diri siswa.
Leave a Reply